Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

What Is The Market Outlook for January 2017 ?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dipenutupan 2016 berada di atas level 5.000. Sektor pertambangan menjadi penopang indeks dengan return terbesar di 2016. ini tentu sangat dipengaruhi oleh kondisi ekternal dan internal. Mulai normalnya harga minyak hingga melonjaknya harga batu bara menjadi sentimen penting yang mempengaruhi IHSG. Dari sisi dalam negeri, stabilitas politik dan juga ekonomi mempunyai peran penting. Bisa dibilang sepanjang tahun 2016 ekonomi Indonesia dan juga kepercayaan investor jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun 2015. 

Sempat melesat dan menjadi pasar saham dengan pertumbuhan tertinggi di Asia kuartal ketiga lalu, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas pada dua bulan terakhir tahun ini. IHSG naik 9,46% sejak awal tahun.

Kini, waktunya mencermati kembali saham-saham pilihan untuk tahun 2017. Para analis menilai, harga komoditas dan proyek infrastruktur pemerintah bakal jadi faktor utama yang mempengaruhi harga saham. Saham-saham dengan kapitalisasi besar masih bisa menjadi andalan untuk mengisi portofolio investasi tahun ini. investor juga perlu melakukan diversifikasi portofolio, bergantung pada karakter risiko. Dalam memilih saham, investor perlu memperhatikan prospek sektor bisnis emiten dan strategi investasinya.

Tahun baru selalu membawa harapan baru, tidak terkecuali bagi investor di pasar modal. Dikalangan pelaku pasar modal, harapan baru yang timbul seringkali dikaitkan dengan sebuah fenomena yang dikenal dengan istilah efek Januari (January effect). Pandangan atau harapan investor adalah bahwa pada bulan Januari selalu akan terjadi pembelian saham oleh para manajer investasi atau investor institusi besar, yang akhirnya dapat menyebabkan kenaikan pasar saham.

Sektor yang memiliki prospek yang bagus sehingga dapat menjadi resolusi investasi di pasar modal pada tahun ini adalah sektor infrastruktur, properti, semen, konsumsi dan perbankan.

Sebagai catatan agar tetap mewaspadai munculnya sentimen?sentimen ke pasar baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Sentimen yang muncul dari luar negeri berkenaan dengan ketidakpastian ekonomi dunia, kebijakan pemerintahan Donald Trump, kenaikan suku bunga The Fed, perlambatan ekonomi Cina serta pemilu di Jerman dan Inggris.

Sementara dari dalam negeri salah satunya adalah kebijakan pemerintahIndonesia yang akan membuat holding BUMN, yang diperkirakan dapat mempengaruhi sentiment saham?saham milik pemerintah tersebut. Sentimen?sentimen tersebut pada akhirnya dapat mempengaruhi rekomendasi terutama pada pencapaian target harganya.