Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Trading Mengikuti Pergerakan IHSG

Setiap hari IHSG bergerak naik dan turun.  Pelaku pasar dan media selalu menggunakan IHSG sebagai barometer arah pergerakan harga saham.  Penentu pasar bergerak naik atau turun, penentu pasar bullish atau bearish.  Seorang traders atau investor kemudian melakukan positioning berdasarkan arah dari pasar tersebut. Jika IHSG naik, maka dianggap bahwa sebagian besar harga saham mengalami kenaikan, demikian juga ketika IHSG turun, maka dianggap harga saham sebagian besar mengalami penurunan.  Padahal kenyataannya: kenaikan IHSG sering kali hanya menunjukkan bahwa saham-saham yang berkapitalisasi besar cenderung untuk bergerak naik, sedangkan saham yang kapitalisasinya kecil entah kemana, dan demikian juga sebaliknya.

Trading di saham-saham berkapitalisasi besar (terutama yang diamati oleh setidaknya 15 orang analis fundamental) sebenarnya lebih enak, lebih aman, dan lebih mudah untuk diprediksi. Dengan jumlah analis fundamental sebanyak itu, perubahan sedikit saja pada emiten tersebut akan membuat harga sahamnya bergerak.  Selain itu, banyaknya analis juga membuat volume perdagangan hariannya akan menjadi selalu besar.  Volume transaksi pemodal asing atau institusi lokal ini membuat perdagangan menjadi likuid.

Prediksi IHSG itu bukan sesuatu yang sulit.  IHSG sering kali mengalami kenaikan atau penurunan sebesar 5 persen – 10 persen dalam waktu singkat, dengan tanda-tanda yang sudah bisa dilihat sebelumnya.  Dari sini sebenarnya ada kesempatan untuk mengambil keuntungan-keuntungan untuk jangka pendek.  Akan tetapi, stock picking sering kali juga bukan urusan yang mudah.  Kadang masih suka salah.  Dibeli ini, nanti yang naik yang lainnya.

Jika anda membuat IHSG sebagai benchmark investasi atau barometer dari bursa, anda tidak perlu bermain pada semua saham yang ada di Bursa Efek Indonesia,  cukup fokus pada saham-saham dengan kapitalisasi yang besar, blue chips, atau minimal, kalau mau trading saham, perhatikan juga kapitalisasinya agar anda tidak terjebak pada saham-saham yang tidak anda kehendaki.  Perhatikan juga jumlah analis asing yang menganalisis saham tersebut karena disitulah keberadaan dari volume pasar yang sebenarnya.

source : rencana trading.com