Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Tipe Trader Yang Umum Ditemukan

Secara general, para trader yang aktif [baik di pasar modal maupun berjangka] dapat dikategorikan menjadi lima tipe berikut berdasarkan dari cara mereka trading:

Scalper. Scalper adalah trader yang memanfaatkan celah sempit dalam trading, perbedaan sekecil dua tick pun akan dimanfaatkan. Tidak jarang broker fee yang dikenakan atas transaksi lebih besar daripada keuntungan yang diraup. Seorang Scalper bisa bertransaksi berkali kali dalam satu hari, dan bisa jadi keluar masuk saham yang sama

Menjadi Scalper membutuhkan waktu yang sangat besar karena harus terus menerus melihat monitor dan menganalisa pergerakan harga saham. Umumnya mereka mengandalkan analisa bid offer, pivot point serta candlestick chart untuk membuat keputusan trading.

Penting pula mencari broker yang dapat memberikan fee transaksi sekecil mungkin serta kecepatan dan kestabilan server online trading yang handal.

Daytrader. Seperti Scalper, Daytrader juga memanfaatkan ruang sempit dalam bertrading, hanya saja ruang yang diambil Daytrader umumnya lebih besar daripada Scalper. Dimana Scalper mengambil profit dari beberapa tick, Daytrader mengharapkan hasil yang lebih besar namun frekuensi transaksi tidak sebesar Scalper.

Untuk menjadi Daytrader membutuhkan waktu yang banyak namun tidak harus mengawasi monitor 24/7. Biasanya, analisa saham dilakukan pada sore/malam hari saat market sudah tutup dan posisi beli/jual dipasang di pagi hari. Kadang kala, posisi market dapat diperiksa sekelibatan dari peralatan mobile. Sebagai seorang Daytrader, penting untuk mencari fee online trading yang kecil dan platform yang menyediakan fasilitas auto buy dan auto cut loss seperti Smart Order features yang disediakan VOLT.

Swing Trader. Swing Trader biasanya mengambil keuntungan dari volatilitas harga saham jangka pendek – biasanya antara dua hari sampai dengan dua minggu. Indikator yang biasanya mereka gunakan adalah indicator jangka menengah seperti MA, MACD, dan terkadang Fibonaci Retracement.

Seorang Swing Trader tidak perlu menjadi trader full time, banyak yang juga memiliki profesi lain seperti karyawan atau ibu rumah tangga. Mereka juga tidak bertransaksi setiap hari. Biasanya mereka menunggu momentum yang bagus dan meng-eksekusi hanya jika target price mereka kena.

Positioning Trader. Positioning Trader biasanya menggunakan time frame jangka panjang. Mereka tidak khawatir dengan fluktuasi jangka pendek karena mereka lebih memperhatikan major trend jangka panjang.

Tidak membutuhkan waktu banyak untuk menjadi Positioning Trader. Setelah mereka melakukan initial research dan memutuskan posisi yang mau diambil, tidak banyak yang harus dilakukan selain sesekali memonitor posisi. Mereka biasanya mengandalkan analisa fundamental dan indikator analisa teknikal jangka panjang seperti MA50.

Investor. Investor kadang tidak berbeda jauh dengan Long Term Trader, keduanya memasang posisi untuk jangka waktu panjang. Namun kadang ada juga Trader yang nyangkut sehingga terpaksa menjadi Investor.

Seorang Investor harus objektif, melakukan riset dan menggunakan analisa fundamental beserta analisa teknikal sebelum membuat keputusan investasi. Janganlah menjadi Investor dadakan hanya karena posisi nyangkut dan tidak mau cut loss.

Nah, setelah anda tahu tipe-tipe trader yang umum ditemukan, tipe manakah yang paling cocok dengan cara trading Anda? Sesuaikan strategi trading Anda dengan tipe trading Anda!

Baca juga :

Kenapa Trading Berbeda dengan Investasi

Teknik Stop-loss yang Sering Digunakan oleh Trader