Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Robot Trading VS Manual Trading

Saat ini semakin banyak trader yang menggunakan bantuan robot, atau yang pada platform Metatrader disebut dengan Robot Trading Forex (EA). Robot Trading Forex (EA) adalah salah satu alat bantu trading yang bagus dan bisa menghasilkan profit signifikan bila programnya memadai dan digunakan dengan tepat. Walaupun para trader forex profesional secara pribadi lebih banyak yang memilih trading secara manual dan hanya menggunakan robot pada keadaan tertentu saja, Robot Trading Forex (EA) makin populer dikalangan trader forex. Tak bisa dibantah bahwa kepopuleran Robot Trading Forex (EA) ikut ditunjang oleh semakin luasnya penggunaan platform Metatrader dalam trading forex.

Dalam melakukan trading, sebenarnya kita bisa memilih dua  alternative : Menggunakan Robot Trading Forex (EA) atau Manual Trading. Robot Trading berarti  penentuan open position dilakukan secara otomatis oleh software yang sudah kita set, sedangkan Manual Trading, berarti kita melakukan seluruh proses dalam trading, dari mulai analisis dan open position, menentukan Take Profit dan Stop Loss secara manual.

Automatic trading sekilas memang lebih mudah. Setidaknya memperingan "pekerjaan" trader, karena sebagian besar keputusan dalam trading sudah dijalankan oleh Robot Trading Forex (EA). Asalkan kita punya Robot Trading Forex (EA) yang bisa diandalkan, sebagian besar kegiatan trading sudah bisa berjalan tanpa pantauan terus menerus.

Berbeda dengan menggunakan Robot Trading Forex (EA), manual trading mengharuskan trader untuk melakukan analisis secara manual untuk menentukan kapan sebaiknya melakukan open position dan juga berapa target yang akan diambil serta menjaga posisi tersebut sampai closed.

Robot Trading Forex (EA) bisa menentukan kapan harus masuk pasar dan posisi apa yang mesti diambil, serta kapan harus menutup posisi. Robot Trading Forex (EA) adalah program dalam sebuah sistem trading yang otomatis dan telah dibuat guna dijalankan pada sebuah account trading. Namun pada akhirnya trader juga harus menentukan beberapa hal penting dalam penggunaan robot seperti halnya trading dengan cara manual. Trader mesti mengatur kapan waktu untuk mulai mengaktifkan kerja robot dan kapan harus membuatnya non-aktif, serta menentukan besarnya resiko atau level stop loss dalam setiap posisi trading yang dibukanya.

Setiap Robot Trading Forex (EA) akan bisa berjalan dengan efektif pada suatu kondisi pasar tertentu. Ada robot yang bisa bekerja dengan baik pada kondisi pasar sideways atau ranging dan ada Robot Trading Forex (EA) yang hanya cocok diterapkan untuk kondisi pasar trending. Dengan keterbatasan program Robot Trading Forex (EA) untuk menentukan kondisi pasar, dan strategi trader yang tidak selalu sama dalam menerapkan money management, trading dengan Robot Trading Forex (EA) belum tentu akan selalu menghasilkan profit. Pada akhirnya trader akan bisa menilai seberapa efektif sebuah Robot Trading Forex (EA) bisa digunakan dalam trading.

Dengan kondisi tiap trader yang berbeda, hasil tradingnya tentu akan berbeda meski menggunakan robot yang sama. Seandainya kondisi trader dibuat sama tetapi waktu penggunaan Robot Trading Forex (EA) berbeda dan kondisi pasarnya juga berbeda, maka hasil tradingnya tentu tidak akan sama juga.

Pada kenyataannya emosi trader cenderung negatif ketika mengalami drawdown dan balance-nya menyusut banyak. Naik turunnya emosi trader pada umumnya bergantung dari naik turunnya equity pada account tradingnya, baik menggunakan robot atau tidak. Bedanya, dengan cara trading manual kita tahu pasti alasannya kenapa kita memutuskan untuk membuka suatu posisi, sementara trading dengan Robot Trading Forex (EA) kita mesti percaya sepenuhnya pada keputusan yang dibuat oleh Robot Trading Forex (EA) tersebut.

Apakah trading dengan menggunakan Robot Trading Forex (EA) jadi semakin ribet? Hal ini tentu tergantung dari persepsi dan pengalaman masing-masing trader.

Sumber : www.tradingmarkets.com