Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Pilih Saham Blue chip atau Saham Gorengan

Salah satu istilah yang sering muncul ketika berinvestasi saham adalah saham blue chip. Orang-orang disarankan investasinya di saham blue chip karena potensi keuntungannya gede. Apa itu investasi saham blue chip? Kok bisa disebut bisa mendatangkan profit yang lebih menjanjikan? Yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah apakah pasti untung kalau berinvestasi di saham blue chip? Sayang, jawabannya adalah tidak.

Kalau sudah pasti untung, pasti tak ada orang yang berinvestasi di saham perusahaan kecil. Terus, perusahaan kecil sulit berkembang dan mustahil masuk kategori blue chips lantaran tak dilirik di pasar saham. Di bursa, semua saham perusahaan punya potensi memberikan keuntungan buat investor. Jadi, bukan mustahil saham perusahaan kecil menguntungkan juga, bahkan bisa lebih besar ketimbang saham blue chips. Sebab, berinvestasi saham bukan seperti matematika, yang saklek ada rumusnya. Investasi memerlukan strategi dan pengetahuan.

Walau begitu, kalangan investor senior dan manajer investasi memang biasanya menyarankan investor pemula membeli saham blue chips. Soalnya, nilai sahamnya lebih stabil. Risikonya lebih kecil ketimbang saham lapis kedua atau ketiga, yang nilai sahamnya sering naik-turun. Saham second liner bisa naik tiba-tiba. Tapi turun juga begitu.

Namun ya itu. Karena saham ini lebih populer, harganya pun lebih tinggi ketimbang saham lapis kedua atau ketiga. Jadi, perlu modal lebih besar untuk membelinya

Biasanya, investor membeli saham blue chips dan second liner. Ia  akan segera memindahkan duitnya dari saham second liner ke blue chips begitu melihat gejala-gejala kurang baik. Begitu kondisi memungkinkan, balik deh ke saham kecil. itu sebabnya, saham non-unggulan itu sering juga disebut dengan “gorengan”. Soalnya saham itu kayak digoreng-goreng oleh investor. Saham bergerak bukan karena faktor fundamental, misalnya return on asset dan return on equity, melainkan dimainkan oleh investor.

Jika kurang piawai membaca situasi-kondisi bursa, bisa-bisa investasi jeblok karena saham banyak tertanam di perusahaan kecil. Maunya dapat untung, eh, malah kantong jebol.

Saham blue chips lebih ramah buat pemula di bidang investasi saham. Sedangkan yang sudah berpengalaman lebih fleksibel bisa di second liner maupun blue chips.

sumber : cermati.com