Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Penurunan Investasi Di Reksadana Bisa Sampai Habis ?

Setiap investasi yang dilakukan oleh investor pasti memiliki risikonya sehingga terkadang membuat khawatir. Risiko terbesar yang dapat terjadi adalah uang yang kita tanamkan nilainya jadi berkurang atau bahkan hilang.

Risiko ini pun ada pada investasi reksa dana, tetapi besaran atau kemungkinannya untuk terjadi tidak selalu seperti yang kita takutkan. Potensi risiko yang dapat terjadi pada reksa dana adalah berkurang atau menurunnya nilai aset yang kita investasikan akibat pasar keuangan yang berfluktuasi. Meskipun begitu, penurunan yang terjadi ini tidak sampai membuat dana yang tersimpan pada reksa dana menjadi Rp0 atau habis tak tersisa sama sekali.

Sebagai produk keuangan yang menjangkau masyarakat luas atau bersifat inklusif, pengelolaan reksa dana diatur dan diawasi oleh pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini secara lengkap tertuang pada peraturan OJK nomor 23 tahun 2016 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

Pada peraturan tersebut, terdapat penjelasan tentang pembubaran dan likuidasi reksa dana. Dalam peraturan tersebut ada ketentuan bahwa minimal dana kelolaan atau asset under management (AUM) dari suatu reksa dana adalah Rp10 miliar. Apabila dalam kurun waktu 120 hari bursa secara berturut-turut dana kelolaan reksa dana tidak sampai Rp10 miliar, maka reksa dana tersebut wajib dibubarkan.

Apa yang dimaksud dengan dibubarkan di sini? Maksudnya, aset didalamnya harus segera dilikuidasi (dicairkan). Kemudian, dibagikan kepada pemegang unit penyertaan reksa dana (investor) secara proposional dari Nilai Aktiva Bersih (NAB) pada saat likuidasi selesai dilakukan.

Investor akan menerima hasil likuidasi reksa dana tersebut paling lambat 7 (tujuh) hari bursa sejak likuidasi reksa dana selesai. Sebelum pembubaran reksa dana, Manajer Investasi selaku pengelola investasi pun wajib mengumumkannya kepada para investor pada sedikitnya satu media surat kabar harian nasional paling lambat dua hari bursa sejak berakhirnya jangka waktu batas minimal dana kelolaan.

Informasi mengenai pembubaran dan likuidasi reksa dana ini juga tercantum pada prospektus reksadana yang menjadi dokumen pedoman pertimbangan investor sebelum membeli reksa dana. Dengan adanya peraturan dan pengawasan dari OJK, tentunya reksa dana merupakan produk resmi yang memiliki legalitas hukum.

Dana yang ada pada reksa dana pun secara aman disimpan pada Bank Kustodian atau bank umum yang mendapatkan izin untuk melakukan fungsi kustodian (penyimpanan) dari OJK. Sehingga investor tidak perlu khawatir uangnya akan disalahgunakan atau dibawa kabur oleh perusahaan pengelola  investasi (manajer investasi) ataupun Agen Penjual Reksa Dana (APERD) tempat kita membeli reksa dana.

Risiko pada setiap investasi khususnya reksa dana memang tidak dapat dihindari, tetapi hal ini dapat kita minimalisir dengan memilih produk reksa dana yang dikelola oleh Manajer Investasi profesional.