Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Pasar Modal Indonesia Masih Menarik di 2018

Banyak orang menghabiskan uang hasil jerih payah mereka dengan sembrono tanpa banyak memikirkan berapa banyak uang yang harus mereka sisakan sebelum gajian datang di bulan berikutnya. Orang-orang ini akan sering mendapati diri mereka tidak memiliki uang tersisa. Akhirnya, harus meminjam dari pemberi pinjaman hanya untuk membayar tagihan penting atau memberikan nafkah untuk keluarga mereka.

Cara yang baik adalah dengan membuat anggaran keuangan pribadi yang bisa bekerja dan sesuai untuk kondisi Anda. Dengan membuat anggaran keuangan pribadi, Anda akan mulai merencanakan semua aspek finansial dan memprioritaskan item-item yang penting. Hal pertama yang perlu dilakukan dalam membuat anggaran keuangan pribadi adalah mempertimbangkan kebutuhan Anda dengan hati-hati dengan membagi menjadi 3 periode atau jangka waktu yang berbeda :

  • Jangka pendek
  • Jangka menengah
  • Jangka panjang

Membuat daftar pendapatan dan biaya bulanan Anda. Kemudian, membuat daftar item yang mahal dimulai dengan yang paling penting, biaya penting, dan kemudian kurang penting.

catat sumber pendapatan dan berapa yang tersisa masing-masing sumber pendapatan setiap bulannya.

Pasar Modal dapat menjadi pilihan untuk mendapatkan penghasilan baik dalam jangka pendek menegah maupun jangka panjang. Pasar Modal Indonesia masih menarik di 2018. Fundamental ekonomi di Indonesia masih memiliki tingkat pertumbuhan yang positif dan konsisten. Meski, ekonomi tidak tumbuh secara signifikan, tetapi setiap tahun menunjukkan pertumbuhan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, pemerintah memiliki komitmen yang kuat untuk dapat membayar kewajibannya, terutama terkait utang luar negeri, sehingga tidak menimbulkan persepsi pasar yang negatif. Hal ini lah yang menjadi daya tarik bagi para investor.

Naiknya peringkat utang Indonesia menjadi investment grade membuat pasar modal Indonesia masih memikat para investor asing. Dikutip dari Reuters, S&P dan Fitch menempatkan Indonesia di peringkat BBB-, stabil dan positif. Sementara, Moody’s menempatkan peringkat Baa3 atau positif.

Dengan naiknya peringkat Indonesia menjadi layak investasi menjadi sentimen positif bagi para investor global. Artinya, tingkat risiko investasi di Indonesia semakin menurun dan peluang investasi akan menjadi lebih menarik.

Tahun depan, dana asing yang masuk diperkirakan akan berkembang. Tidak hanya di pasar obligasi, tetapi juga pasar saham. Sebab,  kondisi ekonomi tahun depan diperkirakan membaik sehingga berdampak pada pasar modal