Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Mengenal Harga Open, High, Low, dan Close

Analisis teknikal adalah cara untuk menganalisis/memprediksi pergerakan harga di masa yang akan datang, dengan menggunakan bantuan grafik harga saham. Grafik harga saham itu adalah sebuah informasi yang berisikan pergerakan harga saham harian, yang terdiri dari harga open, high, low, dan close.

Harga Open. Harga open atau harga pembukaan adalah harga pertama kali transaksi dilakukan pada hari itu.  Harga open tersebut mencerminkan semua informasi pasar yang ada, yang terjadi atau muncul diantara harga penutupan sehari sebelumnya dan ketika saat-saat terakhir pemodal boleh memasukkan order ke mesin bursa. Misalnya, kalau untuk harga open di bursa Indonesia, maka faktor yang mempengaruhinya adalah:

  1. Pergerakan Indeks regional semalam, entah itu dari kawasan Amerika (Dow Jones Industrial, S&P, Bovista, dll), Eropa (DAX, FTSE, dll), Afrika, dan Asia Timur, bahkan Strait Times yang tutup setelah bursa kita tutup.
  2. Aksi korporasi emiten, seperti misalnya: pengumuman laporan keuangan , split, dll.
  3. Harga komoditas, termasuk diantaranya harga batubara, minyak, emas, nickel, dll dan masih banyak lagi.

Catatan : semua hal yang terjadi diantara close perdagangan terakhir, hingga saat-saat terakhir orang boleh memasukkan order ke mesin bursa di pagi hari sebelum opening, itulah yang akan membentuk harga open.

Harga High dan Harga Low. Harga high (tertinggi) dan harga low (terendah) merupakan kisaran harga pergerakan harian dari saham tersebut dimana investor memiliki keberanian atau rasionalitas untuk melakukan posisi beli atau posisi jual.  Jika terdapat sebuah informasi yang bilang bahwa harga saham bisa membumbung setinggi langit, investor bisa saja terus melakukan aksi beli sehingga harga ditutup pada posisi autorejection atas, dan demikian pula berlaku sebaliknya.  Jika tidak terdapat berita apa-apa dan saham kehilangan minat dari pemodal untuk mentransaksikan saham tersebut, bisa saja harga high dan low terjadi pada harga yang sama (harga tidak bergerak).

Harga Close. Diantara posisi harga Open, High, Low, dan Close, harga close (penutupan) adalah harga terpenting dalam melakukan analisis teknikal. Harga Close merupakan harga terpenting dengan alasan sebagai berikut:

  • harga close ini mencerminkan semua informasi yang ada pada semua pelaku pasar (terutama pelaku pasar institusi yang memiliki informasi yang lebih akurat) pada saat perdagangan saham tersebut berakhir.
  • harga close mencerminkan posisi harga dimana pemodal berani melakukan posisi hold, dalam menghadapi semua informasi yang mungkin terjadi pada malam hari, ketika tidak terjadi perdagangan.
  • (terutama bagi para hedge fund atau pengelola reksadana) harga close merupakan penentu dari kinerja dan kekayaan pemodal untuk hari itu.

Lebih dari 90% indikator teknikal yang digunakan oleh pelaku analisis teknikal, menggunakan harga close sebagai input utamanya. Ini menyebabkan posisi dari harga close, bisa memicu signal beli atau signal jual.