Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Mengenal Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ)

Setelah diartikel sebelumnya kita membahas mengenai European Central Bank (ECB) dan Reserve bank of Australia (RBA), kali ini kita akan mengenal Bank sentral lainnya yaitu Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ) serta bagaimana keduanya mempengaruhi pasar forex.

Bank of England (BoE) adalah bank sentral Inggris yang berdiri sejak tahun 1694 dan merupakan salah satu bank sentral yang tertua setelah Riksbank Swedia.Tujuan dan tugas utamanya ada dua yaitu stabilitas moneter dan stabilitas finansial. Stabilitas moneter yaitu kestabilan harga-harga dan tingkat inflasi, sedang stabilitas finansial adalah membangun sistem finansial yang sehat dan kuat sebagai kunci untuk pertumbuhan ekonomi Inggris. 

Untuk membantu tugas stabilitas moneter, di dalam tubuh BoE dibentuk Monetary Policy Committee (MPC), semacam FOMC di dalam The Fed. Sedang untuk membantu stabilitas finansial ada Financial Policy Committee (FPC).

Bagi pemain di pasar forex, langkah-langkah BoE untuk mencapai stabilitas moneter akan menjadi fokus perhatiannya terutama laporan inflasi (BoE inflation report) yang dirilis MPC sekali setiap kwartal. Laporan ini sering kali menggerakkan mata uang GBP dengan signifikan.

Tujuan utama APF adalah menukar asset-asset di pasar keuangan yang kurang likuid dengan asset-asset bank yang likuid dalam periode waktu tertentu guna memperlancar sistem finansial dan pasar kredit. 

Bank of Japan (BoJ) adalah bank sentral yang berusia tua kedua setelah Bank og England. BoJ Didirikan pada tahun 1882, BoJ berkantor pusat di Chuo, Tokyo, untuk menjaga ketersediaan mata uang Yen dan mengawasi peredaran dan distribusinya.

BoJ memonopoli pencetakan, pendistribusian dan pengawasan mata uang Yen. BoJ mencetak uang pertamanya pada tahun 1885.

Tugas utama BoJ

  1. Mencetak mata uang Yen dan mengatur serta mengawasi peredarannya.
  2. Menjamin kestabilan sistem keuangan di Jepang dan memberikan jasa settlement
  3. Menerapkan kebijakan moneter yang diperlukan untuk memperbaiki perekonomian Jepang
  4. Mengatur portofolio kekayaan negara (cadangan emas, valuta asing dan lainnya) dan efek pemerintah.
  5. Ikut serta dalam kegiatan internasional
  6. Mengumpulkan berbagai data ekonomi dan mengadakan penelitian serta analisa