Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Mengelola THR

Salah satu hal yang ditunggu saat menjelang Hari Lebaran adalah Tunjangan Hari Raya. Bagaimana memanfaatkan jatah THR supaya bisa dikelola dengan baik dan benar? Apakah disimpan? Diinvestasikan? Dibelanjakan? Kali ini, kami akan coba memberikan tips dalam mengelola THR kita.

Tunjangan Hari Raya atau THR adalah penghasilan tahunan yang senantiasa dinantikan oleh setiap karyawan. Setiap tahun diperoleh, namun tidak menjamin pengelolaannya sudah ideal. Agar THR dapat bermanfaat secara optimal untuk keuangan rumah tangga Anda, maka ada beberapa urutan prioritas dalam pengelolaan THR.

Pertama, pembayaran Zakat dan Sedekah. Alokasi untuk pembayaran zakat baik itu zakat atas penghasilan mau pun zakat fitrah yang timbul selesai bulan Ramadhan sebaiknya diambil dari penghasilan THR. Anda dapat mengalokasikan sekitar 2.5 – 5% dari penghasilan.

Kedua, kebutuhan hari raya. Konsumsi makanan lebaran, pakaian, aksesoris, termasuk memberikan bantuan kepada yang membutuhkan atau pekerja Anda umumnya mengambil alokasi hingga 50% dari penghasilan THR. Jika semua pengeluaran terjadi, maka urutan prioritas sebaiknya dari bantuan pekerja, konsumsi makanan, barulah pakaian dan aksesoris.

Ketiga, keperluan mudik lebaran. Berbagai pengeluaran untuk mudik dari mulai pengeluaran untuk tiket, akomodasi, mau pun biaya transportasi lain sebaiknya dialokasikan dari THR. Jika Anda adalah keluarga yang membutuhkan mudik lebaran, maka alokasi untuk pos ini bisa diutamakan dibandingkan dengan pembelian baju baru misalnya. Ada pun alokasi ideal sekitar 20%-30%.

 Keempat, dana cadangan. Jika selama ini Anda belum dapat mengumpulkan dana cadangan untuk musibah atau urusan darurat lainnya, maka inilah kesempatannya. Dari dana THR yang diterima maka Anda bisa menyisihkan sebagian untuk dibuatkan tabungan dana cadangan atau dana darurat. Persentase alokasi yang ideal antara 10%-20%.

Kelima, membayar utang lebih cepat. Pada dasarnya ada dua jenis utang yang dapat terbantu dengan adanya penghasilan dari THR. Contohnya, Pinjaman rumah dapat Anda lunasi lebih cepat dengan alokasi dana yang dana. Dana THR juga harus dialokasikan untuk membayar utang kartu kredit yang telah Anda gunakan selama bulan Ramadhan.

 Keenam, investasi. Apabila seluruh pos diatas telah terpenuhi, maka gunakanlah dana THR untuk menambah aset investasi. Jika Anda sanggup untuk menyisihkan di awal, maka ada baiknya untuk mentargetkan setidaknya 10% dari penghasilan THR untuk berinvestasi. Namun, jika masih ada prioritas kebutuhan lain yang lebih penting seperti zakat dan THR untuk para pekerja, maka usahakan agar dana THR ada sisa untuk investasi. Sebagai pilihan investasi, Anda bisa memilih reksadana. Valbury baru saja meluncurkan produk Reksadana Money Market I. Reksadana pasar uang ini memiliki resiko yang rendah dan likuid, imbal hasil relative lebih tinggi dari deposito berjangka serta bebas biaya transaksi.

Pahami bahwa dana THR adalah penghasilan tahunan yang sebaiknya dialokasikan untuk pengeluaran tahunan atau tidak rutin. Untuk pengeluaran selama dan setelah bulan Ramadhan yang bersifat rutin seperti tagihan bulanan, cicilan pinjaman, dan lainnya tetap dialokasikan dari gaji rutin. Selama Anda bisa disiplin dan berkomitmen untuk mengelola THR dengan baik, maka keuangan yang lebih sehat dan sejahtera bukanlah impian lagi.

sumber : Prita Ghozie & dari berbagai sumber