Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Mahasiswa Mulai Berinvestasi,Pilih Reksadana Atau Saham?

Investasi saat ini semakin mudah dan terjangkau. Menjadi investor tidak lagi hanya untuk mereka yang sudah berkantung tebal. Mahasiswa dengan uang saku pas-pasan juga bisa menjadi investor. Setiap mahasiswa sudah semestinya mulai memikirkan masa depan. setiap mahasiswa tentu harus mulai berpikir tentang pernikahan, tempat tinggal, dan keperluan berkeluarga nantinya. Karena itu, berinvestasi sejak muda, sejak masih menjadi mahasiswa memberikan keuntungan luar biasa: kita memiliki waktu yang cukup panjang untuk berinvestasi sehingga hasil yang didapat di masa depan bisa lebih optimal.

Untuk berinvestasi, mahasiswa bisa memilih instrumen investasi seperti reksa dana dan saham. Keduanya hanya memerlukan dana tidak banyak, minimal cuma Rp100 ribu.

Reksa dana merupakan kumpulan dana investor yang lalu ditempatkan di berbagai instrumen investasi seperti saham, obligasi, deposito, dan instrumen keuangan lainnya. Pengelolaannya dilakukan oleh manajer investasi profesional. Reksa dana sendiri terdiri dari berbagai jenis, yaitu: reksa dana saham, campuran, pendapatan tetap, dan pasar uang. Setiap jenis reksa dana memiliki karakteristik yang berbeda-beda mengenai potensi return (keuntungan) dan risikonya. 

Reksa dana pasar uang memiliki risiko paling rendah dengan potensi return 5-7 persen. Kemudian, reksa dana pendapatan tetap yang sekitar 8-12 persen. Sementara reksa dana campuran dan saham berpotensi menghasilkan keuntungan sekitar 15-20 persen setahun. Tapi perlu dicamkan, bahwa potensi return itu tidak dijamin secara pasti, karena akan bergerak mengikuti mekanisme pasar. Selain itu, juga perlu diingat bahwa semakin tinggi potensi keuntungan reksa dana, maka semakin besar pula risiko reksa dana dimaksud (high risk, high return).

Saham merupakan penyertaan kepemilikan di sebuah perusahaan. Jadi, apabila kita membeli saham perusahaan tersebut, maka kita juga dapat disebut sebagai pemilik perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut meraih untung, maka kita sebagai pemilik juga akan mendapatkan bagian dari keuntungan itu. Keuntungan dari laba perusahaan inilah yang disebut dengan dividen.

Selain itu, keuntungan lain dari berinvestasi saham adalah mendapatkan capital gain. Ini adalah keuntungan yang berasal dari selisih antara harga jual saham dengan harga beli di pasar sekunder (bursa). Pembelian dapat kita lakukan melalui perusahaan-perusahaan sekuritas (broker) yang terdafatar sebagai anggota Bursa Efek Indonesia. Berinvestasi saham memerlukan keterampilan khusus untuk memilih saham yang memiliki prospek yang bagus, dengan melakukan analisis fundamental dan teknikal.

Selain itu, perlu diingat bahwa fluktuasi harga saham cukup tinggi. Pergerakan naik dan turun harga saham sangat cepat terjadi setiap harinya, dipengaruhi berbagai faktor dan sentimen ekonomi yang datang dari dalam dan luar negeri. Karena itulah, saham digolongkan jenis investasi yang memiliki risiko tinggi. Saham juga lebih cocok untuk investasi dengan tujuan jangka panjang, biasanya lima tahun atau lebih.

Ayo, gunakan masa muda kita sebagai mahasiswa dengan berinvestasi, jangan cuma hidup konsumtif.

sumber : finansialku.com

baca juga : http://blog.valbury.co.id/article/read/Ga-Ada-Ruginya-Belajar-Investasi-Sejak-Usia-Muda