Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Kenapa Harus Berinvestasi di Usia Muda?

Banyak kalangan muda yang masih beranggapan bahwa memulai investasi memerlukan modal besar dan dilakukan nanti ketika ada sisa dari penghasilan yang di dapatkan. Padahal saat usia muda atau produktiflah merupakan saat yang tepat untuk mengumpulkan aset dengan menyisihkan uang untuk diinvestasikan.

Apa saja yang mendasari kita untuk berinvestasi sejak usia muda?

Usia mempengaruhi tingkat profil risiko

Seorang investor berusia muda yang termasuk dalam masa produktif memiliki kemampuan untuk memilih investasi berisiko tinggi atau agresif, seperti instrumen investasi saham atau reksa dana saham sehingga potensi keuntungan yang akan diperoleh akan semakin besar.

Dalam berinvestasi semakin tinggi risiko maka keuntungan yang bisa diperoleh juga akan semakin tinggi (high risk high return)

Memiliki waktu banyak

Semakin dini mulai melakukan investasi, maka akan semakin banyak waktu bagi dana atau investasi dapat berkembang sehingga kekayaan kita di  masa depan juga berpotensi akan semakin besar.

Investor yang masih berusia muda mempunyai waktu belajar tentang investasi yang lebih panjang, mendapat banyak pengalaman untuk belajar berinvestasi dengan baik karena setiap produk investasi memiliki karakterisitik yang berbeda-beda dalam memberi keuntungan dan risiko.Sehingga apabila kita mengalami kegagalan dalam berinvestasi maka masih banyak waktu untuk belajar kembali. 

Mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi

Rata-rata investor muda berusia 20-an sudah sangat familiar dengan kemajuan teknologi, seperti perdagangan online, media sosial, dan aplikasi mobile yang dapat menjadi dasar pengetahuan dalam berinvestasi

Dengan berinvestasi akan memberi banyak manfaat, seperti mendapat jaminan pendapatan yang tetap di masa depan dan mendorong gaya hidup hemat, semakin banyak waktu yang ada, maka investasi bisa semakin berkembang. Sebaiknya sebelum memutuskan berinvestasi, seorang investor harus mempelajari karakteristik setiap produk investasi sesuai dengan tujuan investasi dan profil risikonya karena setiap produk investasi pasti memiliki risiko.