Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Kamu Termasuk Tipe Investor Seperti Apa ?

Dalam artikel sebelumnya telah kita bahas 2 hal yang harus diperhatikan oleh seorang investor saham dalam mengenali dirinya sendiri, yaitu Apa tujuan kamu dalam membeli saham dan Mengetahui kekuatan keuangan Kamu. Nah sekarang kita akan bahas 2 hal lainnya, yaitu :

3. Bagaimanakah Temperamen Kepribadian Kamu?

Anda perlu mengetahui temperamen Anda, apakah Anda mudah tersulut emosi? Atau Anda tipe orang yang keras kepala dan tidak mau mendengar orang lain? Atau Anda tipe yang tidak bisa menahan diri dalam mempertaruhkan uang Anda? Atau Anda mudah panik? Atau apakah Anda cukup objektif dalam menilai sesuatu?.
Pertanyaan-pertanyaan tersebut perlu Anda renungkan dalam mengenali kepribadian Anda sebelum Anda mulai berinvestasi saham. Sangat disarankan Anda mempunyai pandangan yang objektif, terbuka, belajar dari kesalahan dan tidak mudah panik atau stres, dan dapat selalu berpikir jernih dalam berinvestasi.
Hal ini dikarenakan ada dua masalah psikologis paling dasar yang biasa ditemui oleh investor maupun trader saham, yang bila Anda tidak dapat mengendalikannya, maka uang Anda dapat habis seketika, yaitu keserakahan dan ketakutan.

Berinvestasi saham dalam jangka panjang diperlukan pengendalian diri dan pikiran untuk menghadapi gejolak naik turunnya pasar saham yang tidak menentu.

4. Kamu Termasuk Tipe Investor Seperti Apa ?

  • Friend Investor, yaitu investor yang bergantung pada nasihat teman dalam melakukan keputusan transaksinya untuk membeli atau menjual saham.
  • Scuttlebutt Investor, yaitu investor yang membeli atau menjual saham berdasarkan rumor yang beredar tentang sebuah perusahaan.
  • Economist Investor, yaitu investor yang membeli atau menjual saham berdasarkan peramalan kondisi ekonomi.
  • Technical Investor, yaitu investor yang membeli atau menjual saham berdasarkan analisis terhadap pergerakan harga saham. Analisis ini juga disebut analisis teknikal. Investor ini percaya bahwa perilaku harga saham di masa lalu akan berulang di masa mendatang.
  • Growth Investor, yaitu investor yang membeli saham-saham yang memiliki prospek pertumbuhan laba yang bagus. Bila sebuah perusahaan dapat secara konsisten mencatat pertumbuhan laba, maka seorang Growth Investor akan membeli saham perusahaan tersebut.
  • Value Investor, yaitu investor yang membeli saham berdasarkan perhitungan nilai intrinsik sebuah saham dibandingkan dengan harga saham yang diperdagangkan di pasar. Bila harga saham jauh lebih rendah dibandingkan nilai intrinsiknya, maka seorang Value Investor akan membeli saham tersebut.

Selain jenis-jenis investor yang disebutkan di atas, ada juga pembagian jenis investor berdasarkan jangka waktu investasinya, yaitu antara lain:

  • Investor Jangka Panjang (Savers), yaitu tipe investor yang membeli dan menyimpan saham untuk jangka waktu yang panjang setidaknya setahun, atau minimal berbulan-bulan. Tujuannya adalah untuk memiliki portofolio investasi yang bisa memberikan hasil investasi yang baik untuk masa depan.
  • Investor Jangka Pendek, yaitu tipe investor yang membeli dan menyimpan saham dengan jangka waktu yang lebih singkat. Seringkali juga disebut swing trader. Investor tipe ini adalah investor yang dapat menikmati naik turunnya harga saham.
  • Daily Trader, yaitu tipe investor saham yang bertransaksi dalam hitungan menit dan jam dalam sehari. Tidak jarang tipe investor ini menggunakan fasilitas margin trading.

Bila Anda sudah mempertimbangkan 4 hal di atas, maka Anda sudah lebih dekat untuk memahami jenis investor apakah Anda. Dengan memahaminya, maka Anda pun bisa memilih jenis saham yang cocok nantinya.

sumber : finansialku