Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Jenis-jenis Investasi

Untuk melakukan investasi, kita harus terlebih dahulu mengetahui jenis investasi apa yang akan kita pilih. Dengan mengetahui jenis apa yang akan diinvestasikan, tentunya akan dapat mengaturnya dengan mudah karena setiap jenis investasi memiliki berbagai macam kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Berikut adalah jenis-jenis investasi.

  • Tabungan.

Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Tabungan ini dapat ditarik kapan saja dan dimana saja tanpa terikat waktu. Bahkan dapat ditarik tunai secara mandiri menggunakan ATM.

  • Deposito.

Deposito di bank hampir sama dengan tabungan, yang membedakannya di sini adalah dalam melakukan deposito tidak bisa diambil dalam waktu kapan saja sesuai keinginan, kecuali apabila uang tersebut sudah berada di bank selama jangka waktu tertentu. Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi dibandingkan dengan suku bunga tabungan.

  • Reksa Dana.

Reksa dana adalah tempat menghimpun dana secara kolektif. Dana yang terkumpul akan dikelola oleh manajer investasi yang akan diinvestasikan pada jenis investasi lainnya. Bila mendapat keuntungan atau kerugian akan dibagi secara rata untuk para investor. Ini dapat menjadi pilihan bagi orang yang baru memulai untuk berinvestasi.

  • Obligasi.

Obligasi adalah surat hutang yang merupakan bukti bahwa kita memberikan hutang kepada perusahaan tertentu atau pemerintah. Hal ini dilakukan untuk menambah modal perusahaan ataupun membiayai suatu proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding suku bunga deposito. Selain itu, seperti saham kepemilikan obligasi bisa juga dijual kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah daripada ketika membelinya.

  • Saham.

Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli saham di suatu tempat, berarti orang yang memiliki saham sama halnya dengan membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan memperoleh sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham itu juga bisa dijual kepada pihak lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut dengan capital gain.

  • Emas.

Emas merupakan barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata uang asing. Harga emas biasanya berbanding searah dengan inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri. Harga emas cenderung naik setiap tahun, itulah sebabnya banyak orang yang membeli emas kemudian menjualnya saat harganya naik.

  • Valuta Asing.

Untuk mata uang asing, segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi dalam mata uang asing ini lebih beresiko dibandingkan dengan investasi lain seperti saham, karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas (free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran. Hal ini membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.

  • Properti.

Sama seperti emas, harga properti yaitu rumah dan tanah cenderung akan naik. Dengan membeli properti, dan menjualnya di kemudian hari akan mendatangkan keuntungan karena harga jualnya sudah naik. Harga rumah akan cepat naik bila lokasinya strategis atau dekat dengan fasilitas umum, ini dapat menjadi pertimbangan saat akan memilih lokasi.