Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Investor Seperti Apakah Anda?

Secara general semua investor dapat dikategorikan menjadi tiga tipe berikut, menurut jenis investasi dan risiko yang berani mereka ambil. Sangat penting untuk mengetahui tipe yang manakah yang cocok dengan Anda, karena ini akan mempengaruhi produk investasi yang tepat untuk Anda.

Investor Konservatif
Berikut ciri ciri investor yang bersifat konservatif:

  • Lebih mengutamakan keamanan dalam berinvestasi daripada memperoleh keuntungan besar tapi berisiko, oleh karena itu bisa dikatakan mereka kurang berani menghadapi risiko.
  • Cenderung untuk memilih jenis investasi yang memiliki tingkat resiko rendah dan berpendapatan tetap seperti deposito, pasar uang, obligasi seperti ORI dan Sukuk, atau Reksadana pendapatan tetap.

Untuk pemodal konservatif, kami anjurkan untuk mengalokasikan dana 90% pada instrumen pendapatan tetap dan pasar uang, yaitu obligasi (ORI, Sukuk, SUN), Reksadana Pendapatan Tetap atau Reksadana Pendapatan Terproteksi dan 10% Selebihnya pada saham atau Reksa dana saham.

Investor Moderat
Berikut ciri ciri investor dengan profil risiko moderat:

  • Lebih berani mengambil risiko dibandingkan investor konservatif. Mereka mempertimbangkan secara hati-hati jenis investasi dan membatasi jumlah dana yang akan diinvestasikan ke dalam instrument berisiko.
  • Umumnya, investor moderat akan menempatkan dananya pada instrumen obligasi (ORI, Sukuk, SUN), Reksadana pendapatan tetap atau campuran, dan sedikit porsi kepada saham atau reksa dana saham.

Alokasi aset yang kami rekomendasikan untuk investor moderat adalah sebagai berikut: Deposito 70%, Obligasi atau Reksadana Pendapatan Tetap 10%, dan Saham atau Reksadana Saham 20%.

Investor Agresif
Sering kala disebut sebagai Risk Taker, investor Agresif dapat dikatakan memiliki ciri ciri sebagai berikut:

  • Berani melakukan keputusan investasi dengan risiko tinggi karena mereka mengetahui prinsip general HIGH RISK, HIGH RETURN. Malah biasanya  mereka tidak nyaman dengan sarana investasi yang memberikan hasil kecil namun sangat aman seperti deposito atau obligasi.
  • Cenderung untuk mengalokasikan semua dananya di pasar saham atau pasar futures.

Berikut pengalokasian dana yang kami rekomendasikan, 80% dalam instrumen saham atau futures, dan 20% dalam instrument obligasi (ORI, Sukuk  atau SUN) atau Reksadana Terproteksi.