Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

How a Beginner Can Trade Like An EXPERT ?

Pertanyaan ini sering sekali di temui pada trader pemula, “bagaimana caranya melakukan trading yang baik?”. By Billy Budiman, adalah seorang President Director & Head of Research Smart Technical Analysis Group, akan memberikan sedikit tips dan trik bagi anda yang masih pemula tetapi ingin mendapatkan profit yang konsisten dan juga mampu meminimalkan resiko anda dalam dunia trading ini.

Ada 2 tipe analisa umum yang dibutuhkan jika anda ingin menjadi EXPERT, yaitu analisa Fundamental dan juga analis Teknikal. Keduanya memegang peranan yang sangat penting dan tidak bisa diabaikan, meski saya tahu sebagian besar dari anda cenderung lebih “percaya” kepada analisa teknikal.

A. Fundamental Analysis

Jangan membayangkan bahwa saya menyuruh anda untuk menghafalkan segala macam rasio rasio yang ada seperti PER, PBV, ROI, ROE, dll, anda pun tidak perlu mencari harga wajar saham anda dengan metode seperti DCF, FCF, DDM, SOTP, dll.

Saya sendiri jarang sekali menggunakan berbagai rasio itu, saya lebih menekankan kepada tahap – tahap ini :

  • Carilah perusahaan yang sektornya sedang “IN”

Anda harus mencari saham saham yang sektornya sedang dibanjiri oleh para buyer terutama jika itu Investor asing. Sektor yang sedang “IN” maksudnya adalah sektor itu sedang mendapat sentimen positive entah itu dari penemuan baru di sektor itu, harga komoditas, kondisi makro ekonomi, dll.

Sebagai contoh tahun ini, sektor yang sedang “IN” adalah coal dengan kenaikan harga batubara. Lalu juga Consumer dengan kondisi makro ekonomi Indonesia yang baik. Baru-baru ini sector banking, otomotif, dan semen juga mendapat sentimen positif dari angka inflasi yang semakin rendah. 

  • Pilihlah perusahaan No 1 atau maksimal No 3 di sektor itu

Banyak dari kita yang cenderung menghindari saham saham blue chip karena harganya mahal dan malah mencoba membeli saham dari sektor yang sama yang harganya lebih murah. Ini merupakan suatu tindakan yang salah sebab para Big Fund Manager selalu mengincar unggulan No 1 – No 3 di suatu sektor.

  • Pilihlah perusahaan yang labanya tumbuh minimal 25 % setiap quarter / tahun dan ROE di atas 20 %

Dari pengalaman saya selama 9 tahun terakhir di bursa saham, perusahaan yang mampu mencatatkan laba dengan konsisten di atas 25 % dan memiliki ROE di atas 20 % cenderung harganya akan naik dengan range cukup tajam dalam tempo 1 tahun. Saya tidak mau mempermasalahkan mengenai mahal murahnya suatu saham berdasarkan PER / PBV, prioritas bagi saya adalah apakah perusahaan itu mampu bertumbuh dan menjaga rasio ekuitas mereka dengan baik.

B. Technical Analysis :

  • Cari saham yang sedang dalam kondisi uptrend dalam 1 tahun terakhir
  • Cari saham yang posisi weekly chart-nya berada di atas MA 5, 20, 60 dan posisi MA 5 > MA 20 > MA 60
  • Lebih baik lagi apabila secara daily chart pun, posisi MA 5 > MA 20 > MA 60
  • Membeli di support dan menjual di resistance
  • Buy if break a resistance. Trader legendaris Darvas yang menciptakan konsep Darvas Box selalu melakukan aksi tradingnya jika saham itu mengalami kenaikan dan menembus resistance-nya. Dan itulah kunci sukses dia menciptakan 1 Juta Dollar Amerika dalam waktu yang singkat.
  • Cermati saham yang posisi antara MA 5, 20, 60 daily berada dalam satu titik yang hampir sama, karena akan terjadi explosive movement pada saham seperti ini
  • Hanya membeli saham yang oversold jika stochasticnya sudah golden cross dan keluar dari oversold area
  • Belilah saham yang MACD weekly-nya golden cross
  • Belilah saham yang saat naik mengalami kenaikan volume dan saat terkoreksi justru volumenya menipis
  • Gunakan weekly chart untuk menghindari false signal

Saya juga ingin menggarisbawahi bahwa terkadang anda sudah mematuhi seluruh pedoman technical analysis, tetapi nampaknya saham yang anda pegang cenderung bergerak diam, hal ini bisa jadi disebabkan karena sektor yang anda pegang sedang tidak dalam trend bullish secara technical. Maka saya sarankan check dahulu kondisi technical per sector, baru mencari saham dari sector tersebut. Mengapa ? karena sebagian besar saham bergerak naik entah itu mengikuti IHSG atau mengikuti sectornya.

Jika anda sudah mendapatkan sector yang secara technical itu baik, maka anda sudah memiliki radar, saham saham apa saja yang bisa anda koleksi.

C. Strategy :

  • Mindset : Usahakan sudah membuat trading plan 1 hari sebelum trading 
  • Index Update : Update kondisi index regional terutama untuk Index India guna memprediksi gerakan IHSG 
  • Hindari saham / sector yang sedang downtrend secara technical (misal saham di bawah MA 5,20, 60)
  • Untuk pemula, saya sarankan bermain dahulu di LQ45 karena saham saham LQ45 cenderung memiliki sustain power dari para Big Player yang berada di belakang mereka
  • Ikuti gerakan buy and sell JP Morgan jika mereka mendominasi 20 % total komulatif beli / jual dari volume suatu saham, sebab JP Morgan digunakan oleh banyak investment group luar negeri yang berinvestasi di Indonesia
  • Cutloss : Untuk pemula, batasan maksimal untuk cutloss adalah 3 % dari harga beli 
  • Failed Breakout : Apabila sebuah saham menembus resistance, lalu anda ikut membeli, tetapi saham itu tidak kuat bertahan di atas resistance line kurang dari 3 hari, segera EXIT untuk menghindari “kamuflase” dari Big Player yang ingin menjebak para technical trader. 
  • Masuk Bertahap : Seyakin apapun anda saham itu akan bergerak naik, usahakan masuk bertahap dengan pola 30 % - 30 % - 40 %, misal anda berencana membeli 100 lot saham BBNI, maka anda bisa membeli 30 lot dahulu, lalu jika harganya naik 1 fraksi, anda bisa menambah lagi 30 lot, dan membeli 40 lot lagi jika harganya kembali naik 1 fraksi. Ini akan menjadi seatbelt bagi anda karena biasanya yang “mematikan” trader pemula adalah masalah “self confidence”.
  • Boleh-boleh saja anda percaya diri dan merasa pintar, tetapi market selalu punya power lebih besar daripada anda dan karena itulah ada prinsip “The Market is Always Right”. 
  • Bermain dengan Swing Trader style : saya belum pernah melihat ada intraday trader yang sukses mengalahkan swing trader. Mengapa ? simple saja, intraday trader cenderung mengeruk profit yang kecil dan kalaupun anda benar dalam membeli dan menjual, anda belum tentu tahu sampai kapan dan dimana saham itu akan turun untuk anda kembali membelinya. Berbeda dengan swing trader yang memiliki view 2-4 minggu antara entry dan exit, anda cenderung tidak ambil pusing lagi dengan entry point sebab anda sudah memiliki trading plan yang jelas dan juga entry point yang terstruktur. Bahkan Larry Williams dan Bill Williams yang saat ini menjadi Trader terbaik No 1 dan 2 Dunia belum mampu mengalahkan kekayaan Warren Buffet, mengapa ? karena Warren Buffet cenderung memiliki view panjang dalam berinvestasi di dunia saham dan secara umum saham yang “bagus” akan selalu bergerak naik dalam jangka panjangnya. Asal anda tahu perusahaan Investasi terkemuka Warren Buffet yaitu BERKSHIRE HATHAWAY sejak 50 tahun terakhir hanya mendapatkan tingkat profit 26,6 % setiap tahunnya. Bandingkan dengan kemampuan Bill Williams dan Larry Williams yang mencetak profit ratusan hingga ribuan persen dalam waktu 1 tahun tetapi tetap hingga saat ini belum mampu mengalahkan Warren Buffet.
  • Pray & Patience : Berdoa sebelum trading dan bersikap sabar menunggu berkat

Jika anda sudah melakukan seluruh step yang saya anjurkan baik itu secara Fundamental, Technical, dan Strategy, percayalah anda sudah berada di jalan yang benar menuju kesuksesan Trading, anda tinggal perlu bersabar menunggu sebab trading style seperti ini sudah saya dan banyak trader terkemuka di dunia yang membuktikannya.

Trading style seperti ini mengajarkan anda hidup yang tenang dan harmonis, anda bisa menyisihkan waktu anda untuk keluarga jika anda hidup sebagai swing trader sebab anda tidak perlu melakukan trading setiap hari. Keluarga anda juga membutuhkan waktu anda, percaya tidak percaya William Dalbert Gann, THE GREATEST EVER TECHNICAL ANALYST IN THE WORLD yang mampu memprediksi gerakan harga serta durasi dan waktunya, justru membunuh dirinya sendiri karena masalah keluarganya yaitu perceraian dirinya dengan istrinya yang mungkin tidak tahan dengan Gann yang menghabiskan banyak waktu untuk mengobservasi ilmu technical analysis-nya.

Semoga tulisan ini bermanfaat untuk anda semua dalam perkembangan anda di dunia trading dan investasi saham.

“When prayers go UP, Blessing comes DOWN”

Life Lessons : 1. trust God and put him first 2. Believe in yourself 3. Know that what God has for you is for you"