Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Ayo Investasi di Reksadana

Saat hendak membeli reksadana pertanyan yang jamak di ajukan oleh investor adalah ‘Pilih reksadana yang mana ya?’ Rasa bimbang atau bingung wajar terjadi, maklum begitu banyak pilihan produk reksadana dari berbagai Manager Investasi (MI).

Sebagai produk investasi keuangan pasar modal, reksadana memiliki resiko terukur, imbal hasil yang menarik, aman dan juga terjangkau. Hanya saja tingkat penetrasi investasi reksadana ke masyarakat cenderung datar bahkan masih rendah. Data OJK menunjukkan hingga bulan September 2017 ada 87 Manager Investasi dan 1.639 produk reksadana yang terdaftar. Total dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) sebesar Rp.410,97 Triliun. Hingga akhir Juli jumlah investor reksadana tercatat sekitar 545.635 orang atau 0,25% dari total populasi Indonesia.

Disinilah penilaian terhadap berbagai produk reksadana menjadi penting ditengah banyaknya pilihan.

Anda bisa memilih #yaReksadanaaja sesuai profil resiko apakah konservatif, moderat atau agresif. Tujuan investasi juga mutlak menjadi pertimbangan dalam memilih produk reksadana.

Di Indonesia kini ada empat reksadana yang tersedia untuk investor retail. Masing-masing adalah reksa dana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksa dana saham & reksa dana campuran. Selain empat jenis reksa dana tersebut, adapula reksa dana yang ditawarkan sesuai dengan prinsip hukum Syariah.

Dengan portofolio yang beragam, reksadana sangat pas bagi investor, baik yang awam maupun yang sudah mengenal namun tak punya cukup waktu untuk memantau pasar finansial.

#AyoInvestasidiReksaDana selain memberikan manfaat, juga di kelola oleh manager investasi yang berusaha untuk terus meminimalkan resiko menggunakan instrument yang terdiversifikasi sehingga memiliki resiko investasi yang dapat dipahami dan dijadikan bahan pertimbangan investor.

Saat ini, investor bisa dengan mudah membeli reksadana secara online. Calon nasabah bisa langsung mengakses melalui website menggunakan desktop atau gadget mereka. Dengan uang Rp. 100.000 sudah bisa membeli reksadana, sangat terjangkau bagi mahasiswa, pekerja pemula, karyawan/professional muda, pengusaha bahkan ibu rumah tangga. Secara online mereka bisa melakukan transaksi pembelian, penjualan, pengalihan, melihat pergerakan NAB , mengakses laporan transaksi histori dan lainnya.