Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Apa Tujuan Kamu Berinvestasi Saham ?

Hal pertama yang harus dilakukan investor sebelum mulai berinvestasi pada saham adalah mengenali dirinya sendiri. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh seorang investor dalam mengenali dirinya sendiri, yaitu antara lain :

1. Apa Tujuan Anda Membeli Saham ?

  • Ingin cepat kaya. Saham memang menjanjikan return yang besar, Namun hal ini menjadi keliru bila Anda hanya ingin terima untungnya. Terkadang motivasi ini dapat mengarahkan Anda menjadi judi saham, bukan berinvestasi saham.
  • Ingin uang tambahan. Tujuan ini lebih fleksibel daripada tujuan yang pertama, karena tidak sepenuhnya berharap untuk cepat kaya. Tujuan ini juga dapat Anda wujudkan dengan berinvestasi maupun trading saham.
  • Ingin terlihat intelek dan hebat. Berinvestasi saham memang selalu terdengar keren, dan menarik minat berbagai kalangan, namun sebisa mungkin hindari bermain saham karena mengikuti trend atau hanya ikut-ikutan teman tanpa mempelajari apa itu saham.
  • Ingin mencoba full trading. Ada juga seseorang yang mencoba berinvestasi saham dengan tujuan ingin memfokuskan diri berpenghasilan hanya dari saham. Perlu dicatat bahwa untuk tujuan ini Anda memerlukan pengalaman agar Anda dapat menghidupi diri Anda hanya dari trading saham.
  • Ingin berinvestasi untuk masa depan. Berinvestasi saham memang menjanjikan return besar terutama bila kita menyimpan saham perusahaan yang fundamentalnya bagus dalam waktu lama.

Sebelum Anda memulai berinvestasi saham, ada baiknya Anda merenungkan 5 tujuan di atas dan tujuan mana yang menjadi tujuan Anda ketika Anda mulai merisikokan uang Anda dalam berinvestasi saham. Sebisa mungkin hindari tujuan Anda bermain saham dengan kecenderungan spekulasi atau judi tanpa memahami apa itu saham dan bagaimana cara berinvestasi saham.

2. Bagaimana Kekuatan Keuangan Anda?

Beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan dalam menggunakan uang untuk membeli saham:

  • Apakah Anda memiliki penghasilan tetap?
  • Apakah Anda sanggup menyisihkan uang setiap bulannya?
  • Apakah Anda memiliki komitmen untuk berinvestasi setiap bulannya?
  • Apakah Anda menggunakan utang untuk membeli saham?
  • Apakah Anda menggunakan dana darurat untuk membeli saham?
  • Apakah Anda sudah mencadangkan dana tertentu untuk membeli saham?

Kita harus membeli saham menggunakan ‘uang dingin’ yang berarti adalah uang sisa dari arus kas kita yang juga disebut free cashflow. Semakin kuat fondasi keuangan kita, maka semakin bagus karena kita bisa memilih kapan kita mau menjual saham kita. 

Untuk point ketiga & keempat akan kita bahas di artikel berikutnya, Kamu bisa subscribe untuk mendapatkan artikel terbaru dari kami.

Sumber : finansialku