Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

Apa Itu Stock Split

APA ITU 'STOCK SPLIT' ?

Dalam industri pasar modal sering kali kita dengar emiten melakukan ‘Stock Split’ dan juga ‘Reverse Stock Split’. Bagaimana dan untuk apa emiten melakukannya? Dalam artikel ini kita akan bahas mengenai ini ya.

Stock Split. 

Stock Split atau Pemecahan Saham adalah aksi korporasi yang dilakukan perusahaan /emiten untuk memecahkan nilai nominal saham kedalam nilai nominal yang lebih kecil, dengan cara memecahkan selembar saham menjadi beberapa lembar saham. Pemecahan tersebut dilakukan dengan rasio tertentu, sehingga jumlah lembar saham yang beredar akan meningkat secara proporsional dengan penurunan nilai nominal sahamnya tanpa adanya transaksi jual beli, sehingga modal yang dimiliki oleh si pemegang saham tidak berubah.

Biasanya harga saham usai stock split akan lebih mudah meningkat. Namun demikian, stock split tidak membuat valuasi sebuah saham menjadi lebih murah.

Contoh : sebelum stock split, harga saham sebesar ‘A’ Rp1.000, setelah stock split, harga saham menjadi sebesar Rp500, dengan jumlah lembar beredar lebih banyak 2 kali lipat, sehingga bila Anda mempunyai saham saat Rp1.000 sebanyak 10 lot, setelah dipecah menjadi Rp500, Anda mempunyai sebanyak 20 lot.

Reverse Stock Split

Reverse Stock Split yaitu aktivitas mengurangi jumlah saham beredar dan menaikkan nominal harga sahamnya. Hal ini biasanya dilakukan untuk menaikkan harga sahamnya, sehingga investor tertarik untuk melakukan perdagangan.

Contoh : sebelum reverse stock split, harga saham ‘A’ sebesar Rp200, setelah melakukanreverse stock split, harga saham menjadi sebesar Rp400, dengan jumlah lembar beredar berkurang setengahnya, sehingga bila Anda mempunyai saham saat Rp200 sebanyak 50 lot, setelah disatukan menjadi Rp400, Anda mempunyai hanya sebanyak 25 lot.

Ada beberapa tujuan suatu perusahaan melakukan stock split, diantaranya:

  • Menambah jumlah saham yang beredar agar ada lebih banyak investor yang dapat memiliki saham tersebut.
  • Mempertahankan tingkat likuiditas saham dengan banyaknya lembar saham yang beredar.
  • Menghindari harga saham yang terlalu tinggi sehingga memberatkan publik untuk membeli/memiliki saham tersebut.
  • Agar investor kecil dapat membelinya setelah harganya dipecah menjadi lebih kecil. Jika harga saham terlalu mahal maka dana dari investor kecil tidak akan mampu menjangkaunya.
  • Memperkecil risiko yang akan terjadi, terutama bagi investor yang ingin memiliki saham tersebut dengan kondisi harga saham yang rendah maka karena sudah dipecah tersebut artinya telah terjadi diversifikasi investasi.
  • Dengan semakin banyaknya saham yang beredar, maka saham tersebut pun dapat makin aktif diperdagangkan di bursa. Penyebaran sahamnya di kalangan investor pun menjadi semakin luas. stock split pun dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Perusahaan yang melakukan stock split saham tidak selalu sahamnya mengalami dampak positif. Beberapa saham setelah stock split mengalami penguatan, namun beberapa lainnya mengalami pelemahan secara signifikan. naik turunnya harga saham setelah stock split tentunya juga dipengaruhi faktor lain di luar stock split itu sendiri, baik fundamental perusahaan, maupun trend sektor dan industrinya.

sumber : finansialku.com & diambil dari berbagai sumber.