Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

5 Hal Yang Perlu Anda Ketahui Sebelum Berinvestasi di Reksadana

Tidak peduli apakah Anda investor pemula atau berpengalaman, Anda pasti tahu bahwa banyak sekali pilihan untuk investasi reksadana. Berikut beberapa hal yang harus anda pertimbangkan (ketahui) agar Anda dapat sukses berinvestasi di reksadana.

  1. Memulai investasi di Reksadana

Mengapa memilih investasi reksadana? Jawaban yang mudah adalah karena anda ingin berinvestasi dengan modal yang relative kecil dan mendapatkan pertumbuhan nilai investasi  lebih besar daripada deposito Anda. Sebelum Anda memilih reksadana, ada baiknya mengkaji dulu  tujuan investasi dan jangka waktu dalam menginvestasikan uang Anda. Umumnya investasi reksadana ideal untuk investasi jangka menengah sampai jangka panjang.

  1. Ketahuilah risiko investasi Anda.

Dalam berinvestasi setiap pilihan investasi yang anda pilih mengandung risiko, begitu pula investasi di Reksadana. Risiko dan imbal hasil Reksadana ada yang rendah, menengah dan tinggi tergantung jenis reksadana mana yang anda pilih. Ada beberapa jenis Reksadana yaitu Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap, Reksadana Saham dan Reksadana Campuran. Reksadana yang berbasis saham mempunyai imbal hasil yang paling besar tapi juga mengandung risiko yang besar pula

  1. Diversifikasikan investasi Anda!

Reksadana pada umumnya memiliki investasi yang sudah cukup beragam – satu reksadana dapat memiliki beberapa portofolio saham dan obligasi. Walaupun begitu, jangan lupa anda juga  harus melakukan diversifikasi investasi anda, seperti ada slogan ada baiknya jangan menaruh telur  dalam satu keranjang. Anda tetap menaruh telur anda di beberapa keranjang. Sebar risiko investasi anda ke beberapa jenis reksadana yang berbeda

  1. Ketahui biaya-biaya terkait investasi reksadana

Biaya-biaya terkait jual-beli reksadana yang harus anda bayar dapat dikategorikan menjadi 2 tipe:

  • Biaya seperti biaya manajer investasi dan bank custodian, biaya transaksi dan registrasi efek, biaya auditor, biaya percetakan dan pembaharuan prospektus, dan lain sebagainya. Biaya-biaya ini biasanya sudah termasuk dalam perhitungan Nilai Aktiva Bersih karena itu anda secara tidak langsung menanggung biaya-biaya ini.
  • Biaya yang ditanggung Investor: biaya pembelian unit penyertaan, biaya penjualan kembali unit penyertaan, biaya pengalihan unit penyertaan, biaya transfer bank terkait transaksi (jika ada)
  1. Kinerja masa lalu bukanlah garansi performa ke depannya.

Kinerja Reksadana masa lalu tidak mencerminkan kinerja Reksadana masa depan, sebelum berinvestasi  anda harus mempelajari dan memahami prospektus dan dokumen penawaran lainnya.  Penting juga untuk melihat kinerja dari Manajer Investasi dan performance produk-produk reksadana yang dikelolanya.

Panduan Berinvestasi melalui reksadana