Share fb fb fb

Blog

Connect with us : facebook twitter linked instagram

awards1

25 Rules of Investing

Jim Cramer adalah tokoh televisi terkenal di Amerika Serikat. Saat ini beliau adalah host dari acara CNBC Mad Money dan salah satu pendiri the street.com

Beliau memiliki 25 peraturan dalam berinvestasi yang berdasarkan pengalamannya sebagai Hedge Fund Manager :

  1. Bulls dan Bears akan menghasilkan uang, tapi Pigs akan dibantai market. Maksudnya adalah sentiment bullish dan bearish memberikan kesempatan untuk menghasilkan uang, tetapi apabila kita terlalu serakah seperti seekor babi, kita akan berakhir tanpa uang.
  2. Transaksi jual beli saham Anda sudah dipungut pajak, dan banyak orang berpikiran bahwa lebih baik untuk memegang saham jangka panjang dan maksimalkan profit agar tidak rugi karena potongan pajak dan trading fee. Ini tidak benar. 
  3. Jangan membeli seluruh portfolio Anda sekaligus. Rencanakan agar Anda memasuki market secara bertahap dan usahakan agar Anda selalu mendapatkan harga terbaik.
  4. Beli lah saham yang sedang di diskon karena kesalahan valuasi atau efek makro, bukan perusahaan yang sedang diobral karena bermasalah.
  5. Diversify untuk mengontrol resiko anda. Risiko terbesar di market adalah risiko sektor (50%!) oleh karena itu berinvestasilah dalam sektor sector market yang berbeda.
  6. Kerjakan riset Anda! Sebelum membeli saham, penting untuk mengetahui semua nya tentang perusahaan tersebut.
  7. Tidak ada orang yang membuat sepersen pun saat panik. Saat ada berita buruk dan sentiment market meninggalkan saham tersebut, jangan ikut! Akan ada waktu lebih baik untuk melepaskan saham tersebut daripada saat market panik.
  8. Invetasilah di perusahaan-perusahaan terbaik di sektor nya. Walaupun harga mungkin lebih mahal tapi pikiran Anda akan lebih tenang.
  9. Saat bear market, perjuangkan beberapa saham, tapi jangan pertahankan semua portfolio Anda. Evaluasi kembali portfolio Anda karena saham yang Anda miliki saat bull market belum tentu dapat keluar dengan utuh dari keterpurukannya.
  10. Jangan pernah berspekulasi di perusahaan dengan fundamental yang buruk.  
  11. Jangan memiliki terlalu banyak saham. Prinsip ini memang sangat membatasi, namun akan lebih mudah bagi Anda untuk mengawasi dan menganalisa posisi Anda bila Anda membatasi diri Anda.
  12. Cash itu untuk pemenang. Apabila anda tidak menyukai kondisi market saat ini atau tidak ada saham yang menarik perhatian Anda untuk dibeli, tidak ada salahnya untuk memegang cash.
  13. Jangan memikirkan seharusnya, seandainya atau kemungkinan. Pikiran paling berbahaya untuk trader adalah “Kalau saja aku…”
  14. Antisipasi dan siapkan diri Anda untuk koreksi market, jangan takut atau kaget apabila koreksi tersebut terjadi.
  15. Jangan melupakan pasar obligasi. Apabila interest rate jangka pendek naik, saham saham yang dibeli karena dividen atau yield mereka pasti akan menghadapi sell-off
  16. Jangan mensubsidi saham yang dalam posisi loss dengan menjual saham yang dalam posisi profit. Akan lebih baik apabila Anda cut loss saham tersebut daripada menjual saham Anda yang memberikan hasil.
  17. Jangan pernah berharap mengenai market. Harapan adalah emosi dan Anda tidak membutuhkan emosi saat trading.
  18. Jadilah trader yang fleksible. Kenali dan antisipasi bahwa akan ada pergerakan tidak terduga di market karena market itu dinamik.
  19. Apabila jajaran direksi meninggalkan sebuah perusahaan, ada baiknya Anda ikut pergi.
  20. Sabar itu penting. Jangan menyerah pada saham yang memiliki fundamental bagus karena mereka saat ini tidak memberikan hasil tetapi akan memberikan hasil di masa depan.  
  21. Jadilah kritikus televisi. Anggaplah apa yang Anda dengar di televisi itu benar, tapi tidak lebih dari itu.
  22. Tunggulah 30 hari setelah sinyal market sebelum Anda mengambil aksi buy. Apabila sebuah perusahaan membuat pengumuman bahwa mereka akan menghadapi quartal yang buruk , tunggu lah 30 hari setelah pengumuman sebelum Anda melakukan aksi apapun.
  23. Berhati hatilah terhadap sensasi di market. Terkadang analis atau investor akan mengangkat harga sebuah saham secara tidak rasional.
  24. Pastikan anda selalu bisa menjelaskan kenapa anda memilih sebuah saham kepada orang lain.
  25. Bull market akan selalu ada, tetapi mungkin saja anda harus bekerja keras mencari nya

source : thestreetcom